Bismillahirrahmanirrahim | Members area : Register | Sign in
Logo Design by FlamingText.com

Admin

Wikipedia

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label Dunia Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pesantren. Tampilkan semua postingan

Budaya Ewuh Pakewuh

Kamis, 28 Agustus 2014

Mainstream nalar berpikir orang pesantren adalah tertutup, konvensional, tradisioanal dan stagnan. jarang orang pesantren baik Uatadz maupun santri berani melakukan kajian teks suci karena dipandang sebagai pembangkangan, penghianatan dan perusakan nilai-nilai sakral yang sudah terpelihara kebenarannya secara absolut dan turun temurun.
Akibatnya, ini menghilangkan kekuatan logika pesantren yang dikenal dengan petualangan pemikirannya guna mendapat inspirasi baru dibalik kebesaran Allah SWT. mempelajari itu kita perlu menjelaskan pemikiran alternatif apa yang harus di kerjakan penghuni pesantren agar tidak jumud dan mengalami kemunduran pemikiran. pula tidak diklaim sebagai dosa agama yang kemudian berbuntut pada pemurtadan, mengutip pendapat Muhammad Yunis dalam bukunya politik pengkafiran dan Petaka Kaum Beriman (Pilar media, November 2006)
Memandang persoalan tersebut muncul, tumbuh dan besar di kalangan pesantren karena pesantren masih kuat menganut budaya patron-client. Ada semacam ewuh pakeewuh untuk berkegiatan intelektual yang sifatnya membangun dan mendinamis. Ada keengganan untuk berani dan memiliki semangat berbuat lebih dari hasil zaman lampau dalam memproduksi gagasan baru yang lebih cemerlang. seakan ada kelancangan bila penghuni pesantren melakukannya dan ini di nilai tidak etis, bila mengguna kan paradigma pesantren salaf.
di-sana pula, terbenam kebersalahan bila melangkahi sesepuhnya dalam membingkai agama islam yang sudah di rintisnya itu. Bila ini dilakukan, sama saja dengan tidak percaya lagi dengan kerja pemikiran pendahulunya. Ini tidak sopan. Tidak sopan dalam dunia pesantren sama dengan tidak menghormati dan menyanjung hasil kerja keras seniornya.
Membongkar dan merevisi ulang sifat tidak mendidik seperti itu jelas dibutuhkan, sebab ini menyangkut dinamika kemanusiaan dan agama islam kedepan. Agar tak tergilas zaman yang terus bergerak maju tanpa bisa di rem oleh siapapun, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi Amerika yang katanya adidaya itu. di iyakan atau tidak, tatkala pesantren mencoba berani keluar dari format pemikiran yang masih kerdil, niscaya ini akan banyak melahirkan prestasi baru yang luar biasa. Agama islam tak akan berjalan ditempat dengan modelnya yang statis baik dalam ranah sosial maupun yang lainnya.
Islam akan berkembang pesat lantaran pesantren sudah bisa merubah paradigma berpikirnya yang narrow-minded menuju keterbukaan.
Ini harus dilakukan, sebab pesantren ada untuk kemajuan agama dan masyarakat. Ia bukan dibangun dengan sekian jutaan dan milyaran rupiah bahkan dolar baik infrastruktur maupun suprastrukturnya untuk menghambat perjalanan agama dan masyarakat. Pesantren adalah sentrum pertarungan intelektual dan pemikiran yang dapat mengakomodasi banyak hal yang selanjutnya disumbangkan demi terbangunnya pembacaan teks-teks suci yang lebih fleksibel, lentur dan terbuka dengan sekian pemahaman, sekaligus penafsirannya. Sehingga bermanfaat untuk semua umat dengan konsep Rahmatan lil alamin.
Sangat mustahil bila pesantren dibuat untuk memburamkan nasib agama dan masyarakat.
Mengapa pesantren dianggap segaian orang masih terbelakang, karena ada ketakutan pada buku-buku pemikiran barat (orientalisme phobia).
Ini dinilai berpotensi menyesatkan umat. Padahal bila dilihat dalam sejarah islam saat Ibnu Rusdy hidup, ia mampu mencemerlangkan islam dengan mengotak-atik pemikiran Aristoteles dari yunani (yahudi, dan bagian dari dedengkot pemikir barat). Sehingga barat dengan yahudinya waktu itu sedikit mundur kebelakang. Tapi sayang ini tidak dikembangkan lagi pasca Ibn Rusdy. Kajian intelektual islam waktu itu malah menuding pemikiran Ibn Rusdy sesat dan orientalis. Alih-alih, tatkala umat islam melemparkan ide Ibn Rusdy ke tong sampah, Barat pun memulung gagasan Ibn Rusdy. Ia mempelajari pemikiran Ibn Rusdy dan hasilnya adalah Barat pun menuai kecermelangan peradaban.
Dalam pandangan hidup Barat, selama pemikiran siapapun, baik berlatar belakang Kristen maupun tidak, dapat melahirkan satu tatanan kehidupan yang lebih baik, sempurna dan seterusnya, ini harus di ambil dan dirayakan. Kita tidak usah munafik dan jaga image sebab sikap demikian justru memundurkan dinamika hidup. Karennya, pesantren dengan basis utamanya Islam, serta kajian keislamannya, penting dan perlu meniru budaya Barat yang terbuka terhadap pemikiran di luar Kristen. Tidak penting mengandalkan ego-sentrisme kerdil dan sempit.
Banyak melakukan dialog dengan dunia pemikiran orientalis adalah keniscayaan tak terbantahkan sebab inilah jalan utama yang dapat memuluskan pesantren lebih maju. Pesantren akan melahirkan pemikiran mumpuni kendati tetap harus menjaga orsinalitasnya sebagai kawah condrodimuko keaslian Islam. Biarkan pemikiran orientalisme memasuki Pesantren selama itu dibutuhkan demi kemajuan kajian pemikiran Islam dan terbangunnya Islam yang gilang-gemilang....Wallahu 'A'lam Bissawab

Sekali santri tetap santri

Selasa, 01 April 2014


Jadilah santri yang sejati (seperti kayu jati), semakin panjang umurnya, maka semakin bagus kwalitasnya.  Santri itu potret manusia yang bertaqwa, karena itu pertahankan predikat santri muttaqien ini.
Alumni santri harus menjadi agen pelestarian tradisi pesantren, maka sunnah-sunnah pondok ini amalkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kalian.
  • Bangun pagi,
  • Shalat berjama’ah, shalat dhuha, shalat tahajjud,
  • Membaca, menghafal dan mempelajari al-Qur’an,
  • Puasa sunnah senin dan kamis,
  • Berda’wah, bermuhadloroh, bermusyawarah,
  • Tawadhu’, ihtirom, ikhlas, sederhana, itho’ah, ukhuwah, ta’awuniyah, dll
Budayakan dan tradisikan…!!!
  • Jangan pernah lepas jilbabmu, Jangan pernah lepas jilbabmu, Jangan pernah lepas jilbabmu…
  • Jangan pernah lupakan pondokmu…
  • Jangan pernah sakiti orang tuamu…
  • Jangan pernah kecewakan fansmu/ pengagummu…
  • Jangan pernah pisahkan keagungan Allah dari kehidupanmu…
 Sebuah Pesan KH. Muh. Ihsan, M.Ag

Pondok Pesantren di Sidoarjo

Senin, 21 Oktober 2013

Pesantren dan Kipranya

Minggu, 20 Oktober 2013


Pesantren adalah suatu bentuk pendidikan yang telah lama ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan pesantren adalah salah satu cikal bakal dari sistem pendidikan Islam yang ada di tanah air ini. Keberhasilan pesantren dalam mengemban amanat pendidikan tidak diragukan lagi. Telah terbukti akan partisipasi pesantren memajukan bangsa.
Dengan alumni pesantren yang banyak tampil di tengah-tengah masyarakat sebagai pelita dan motivator laju pembangunan, masyarakat semakin yakin akan kehadiran pesantren. 
Pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan agama dan umum, tetapi juga mendidik mereka menjadi seorang yang mukminin, berakhlak, karimah, muttaqien, dan rasikhin fil-ilmi. Dan selalu membimbing santrinya untuk berpola kehidupan yang sederhana dalam berbagai hal dengan mengutamakan semangat bersilaturrahmi.
Disamping itu, pesantren juga dalam pandangan banyak orang masih  dipandang sebelah mata,
Pandangan semacam ini muncul seiring dengan tradisi yang berkembang dipesantren ternyata berbeda dengan tradisi yang ada diluar pesantren. Disamping itu, masih banyak peneliti, cendikiawan yang masih memadang sebelah mata terhadap pesantren. Pesantren dianggap kumuh, tradisionalis, konservatif dan masih banyak yang lain.
Akan tetapi, diakui atau tidak, pesantren telah banyak memberikan konstribusi dalam menghantarkan bangsa Indonesia kearah yang lebh prospektif. Pesantren pada saat pembentukan awalnya bukan hanya dijadikan sarana transformasi pengetahuan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari pelbagai ancaman dari luar. Bahkan, pesantren juga-yang sangat disesalkan-terkadang dijadikan lahan untuk bisnis semata, bukan oreintasi pengabdian masyarakat. Maka tidak mengherankan manakala ada pesantren yang mahal, mencekik leher sementara sistem pendidikan didalamnya semakin tidak karuan.

Pedulikah Akhi-Ukhti (Alumni) terhadap PP. Manbaul Hikam Putat?
Sangat Peduli0%
Peduli 0%
Tidak Peduli 0%
Biasa Aja0%

Popular Posts

Unit Pendidikan

Followers

Kontributor

Random Post

Flag Counter

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *